Sebuah kisah yang ditulis oleh Mandha [Al Azhar Peduli Umat] yang dipublikasikan di Koran Tempo pada hari ini cukup membuat hati berulang kali mengucap syukur bahwa hidup yang telah penulis lalui lebih baik daripada si mbah Kemi, namun apabila dilihat dari pemahaman beragama, ternyata mbah Kemi lebih berilmu daripada penulis (diantara keterbatasan yang beliau miliki)…. Tentunya ilmu positiflah yang akan membawa kita kelak kepada kebaikan kita kelak… Dan kisah dibawah ini kiranya dapat menjadi pelajaran bagi kita untuk selalu berfikir dalam menjalani hidup di dunia dan selalu berusaha untuk menggapai cita-cita yang menjadi impian kita..
Archive for the 'Random' Category
Kisah Mbah Kemi
November 17, 2009Tetes embun…
November 5, 2009bagai tetes embun pagi.. sejuk di hati.. menghapuskan sedih.. cinta terikat di hati.. janji terpatri.. jadi makna berarti..
biarkan dunia ini menghamburkan senyum untuk kita.. tuk kita berdua..
betapa sucinya kasihmu.. yang mampu bersihkan jiwaku dari nista dan dosa yang ada di dunia ini..
sering kau ciptakan bahagia.. sering kau musnahkan nestapa.. hanya dirimu yang menggugah isi sanubariku..
Dilema cinta
November 4, 2009ketika cinta datang: kita terkagum-kagum dengan indahnya… dan ketika cinta pergi: kita akan menikmati kesenduan sesaat.. yaah… sesaat… karena ketika cinta pergi: berbagai cara dilakukan untuk menggapai dan merengkuh cinta itu kembali…
hmm.. sebuah pengakuan tentang dilema cinta yang datang dan pergi sesuka hati tanpa kita sadari…
November.. sebuah tulisan tanpa makna…
November 2, 2009
Waah… waaaahh… Ternyata sudah masuk bulan November lagi yah..?? Memang bener apa kata para orang tua: kok hari ke hari cepet banget sih..?? perasaan kemarin masih hari Minggu dan sekarang sudah hari Minggu lagi..??
Ya itulah akhirnya yang terjadi saat ini, dimana waktu yang seakan-akan berjalan dengan cepat dapat membawa kita pada pola hidup yang dituntut untuk bergerak cepat pula.. Telat sedikit, rezeki akan hilang disamber yang lain…
Dunia yang sudah berubah… Lebih tepatnya dunia yang sudah mengalami perubahan radikal.. Aspek positif dan negatif bahkan bisa berjalan beriringan dengan batas yang sangat tipis… Manusialah yang menjadi penyebab semua ini… Karena cinta diantara sesama manusia sudah sangat sulit dibedakan antara yang tulus dan yang bertopeng…
Dia seperti apa yang selalu ku nantikan aku inginkan
Dia melihatku apa adanya seakan kusempurna
Sepotong lirik lagu dari MALIQ & D’ ESSENTIALS diatas semoga dapat menjadikan kita lebih menghargai arti hidup tanpa memandang perbedaan yang terjadi.. Harapan seorang anak manusia yang menginginkan kehidupan normal tanpa perlu mengalami perubahan yang terlalu radikal….
Otakku Gag Sinkron
October 28, 2009Beberapa hari belakangan ini kebetulan aja si otak sedang tidak dapat menyinkronkan diri dengan aktivitas sehari-hari.. Maunya kemana, eh hasilnya darimana…. Dan ujung-ujungnya pasti sudah bisa ditebak: menjadi pemakan segala jenis makanan… Berat badan naik..?? Agghh.. Gag masalah selama masih menerapkan pola hidup sehat….
Sang Ibu vs Sang Menejer
October 25, 2009Kejadian malam itu sungguh membuat penulis tertawa terbahak-bahak.. Bagaimana tidak, ketika menjelajah berita di dunia khayal dan menemukan larangan pemerintah tentang tidak diperbolehkannya uang kembalian dari belanja dibulatkan dengan permen, kejadian itu langsung dialami oleh penulis malam tadi…
Seorang ibu yang membayar barang belanjaan di sebuah pasar swalayan besar di daerah pondok labu tiba-tiba murka ketika pembulatan kembaliannya diganti dengan 1 butir permen.. Sang ibu berkata bahwa ia tidak akan menerima kembalian berupa permen dan apabila memang tidak ada pecahan uang Rp. 50 maka pihak pasar swalayan itu harus mencarinya sampai dapat atau sang ibu akan melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan YLKI (Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia) untuk selanjutnya dibawa ke meja hijau… Amarah sang ibu tersebut ditanggapi dingin oleh salah satu manajer yang tiba2 muncul di antrian kasir tersebut dan menganggap ancaman itu sebagai isapan jempol belaka..
Hmm.. Sang ibu ternyata tidak main-main dengan gertakannya dan secepat kilat ia langsung menelpon seseorang nun jauh disana dan kemudian telepon itu diserahkan kepada sang manajer..
Apa yang terjadi selanjutnya adalah sungguh mencengangkan, sang manajer akhirnya memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mencari pecahan uang Rp. 50 diantara sekian banyak mesin kasir yang ada.. Selang tidak lama kemudian didapatlah pecahan Rp. 50 itu dan selanjutnya diserahkan langsung ke sang ibu tersebut oleh sang manajer dengan muka menahan takut… Sang ibupun berlalu dengan penuh kemenangan…
Siapa sang ibu tersebut? Pertanyaan ini langsung penulis tanyakan pada salah seorang kasir dan jawaban sang kasir adalah: ibu itu adalah istri boss besar dari pasar swalayan itu…
Pantesaaaan…!!
Namun ancaman untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian dan YLKI sepertinya memang isapan jempol dan gertakan belaka.. Karena mana mungkin ia mau memeja-hijaukan usaha sang suami yang mungkin sudah dirintis lama sehingga bisa menjadi salah satu pasar swalayan terbesar di Indonesia..?? Dan kalau benar dilaporkan, berarti sang ibu tersebut sudah tidak sayang kepada suaminya.. wakakaka….



