Posted on February 9, 2010 by Audi Rahardian
Banyak sekali cara orang berkomunikasi untuk menunjukkan siapa dirinya. Namun yang terpenting dari semua itu adalah bagaimana cara menunjukkan kejujuran yang ada agar kita tahu reaksi orang atas apa yang telah kita ungkapkan secara jujur. Reaksi orang mungkin bisa membuat kita tersenyum, gembira bahkan bisa juga membuat kita termenung sambil berkata “mengapa kejujuran yang saya ungkapkan malah membuat ia menjauh?” “apakah ia takut menghadapi kejujuran yang telah kita sampaikan?”
Tidak usahlah kita terlalu terlena atas reaksi orang lain, namun banggalah kita bahwa kita telah secara jujur mengungkapkan apa yang telah kita simpan agar terbuka dan bisa dinilai orang. Tidak usahlah kita menangis terlalu lama dalam menyikapi reaksi tersebut, namun hargailah semua reaksi walaupun sangat menyakitkan bagi kita dalam menatap kehidupan ke depannya.
Read more »
Filed under: Life, personal | Leave a Comment »
Posted on February 9, 2010 by Audi Rahardian
Day 1: Soekarno Hatta Airport – Singapore Changi Airport – Tanah Merah – City Hall – Orchard – Kimsia Court Block 1 #03-03 TTM Tower #16-370, 307 Thomson Road – Lucky Plaza (inc. lunch) – Orchard – Ferrer Park – Mustafa Center (your guide to the mobile, electronic and electrical @ Little India) – City Square Mall (inc. dinner) – Ferrer Park – China Town Point – China Town Heritage Center – Dhoby Ghaut – Singapore Plaza – Orchard – Kimsia Court
Day 2: Kimsia Court – Orchard – Dhoby Ghaut – Harbour Front – VivoCity – Sentosa Singapore’s Most Visited Destination (inc. lunch @republic food) – Harbour Front – Bugis – Bugis Junction – Bugis Street (the largest street shopping location in Singapore) – Sim Lim Square (your guide to the mobile, electronic and electrical) – Bugis – City Hall – Orchard – Kimsia Court
Read more »
Filed under: Life, News, personal | 6 Comments »
Posted on February 2, 2010 by Audi Rahardian
Posted on February 1, 2010 by Audi Rahardian
aku mengenal dikau
tlah cukup lama separuh usiaku
namun begitu banyak
pelajaran yang aku terima
kau membuatku mengerti hidup ini
kita terlahir bagai selembar kertas putih
tinggal ku lukis dengan tinta pesan damai
dan terwujud harmoni
segala kebaikan
takkan terhapus oleh kepahitan
ku lapangkan resah jiwa
karna ku percaya kan berujung indah
harmoni, harmoni, harmoni
disunting dari sebuah lagu dari group band PADI Harmoni

Filed under: Life, Random, personal | Leave a Comment »